Hegemoni berasal dari istilah yunani, hegeisthai. Konsep hegemoni
banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha
untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki
arti yang luas, tidak hanya terbatas pada penguasa pemerintah (negara).
Hegemoni bisa didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap
kelompok lainnya, dengan ataupun tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang
ditekankan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima
sebagai sesuatu yang wajar. Adapun konsep hegemoni yang digunakan gramsci untuk
mendiskripsikan dan menganalisis bagaimana masyarakat kapitalis modern
diorganisasikan, atau dimaksudkan untuk diorganisasikan, dalam masa lalu dan
masa kini. Terdapat kebingungan disini tentang konsep-konsep yang dilibatkan,
karena gramsci tampaknya pertama-tama membedakan negara dengan masyarakat
sipil, negara didenifisikan sebagai sumber kekuasaan koersif dalam suatu masyarakat
dan masyarakat sipil didefinisikan sebagai lokasi kepemimpinan hegemoni. Gramsci
kemudian menggabungkan kedua konsep ini satu sama lain untuk mendefinisikan apa
itu yang disebut ”negara integral” sebagai kombinasi hegemoni yang dilengkapi
kekuasaan koersif. Negara integral adalah masyarakat politik plus masyarakat
sipil, dengan kata lain hegemoni dilindungi oleh kekuatan koersif. Negara integral
memiliki dua aspek: sarana pemaksaan (polisi dan militer), dan sarana untuk membentuk
kepemimpinan hegemoni dalam masyarakat sipil. Saya akan menggambarkan suatu
contoh tentang peristiwa yang pernah saya alami yang ada kaitanya dengan
hegemoni. Berawal dari masuk perkuliahan di sebuah Institut semua mahasiswa
baru diwajibkan mengikuti ospek. Ospek biasanya diadakan pada saat kampus
kedatangan peserta didik baru, sebelum ia datang ada pengenalan dan orientasi
tersendiri. Letak dari keganjilan ospek ini adalah pasti peserta didik baru
akan panik kalau mendengar kata-kata itu. Mereka semua berfikir ada kekerasan
fisik maupun mental, akan ada hukuman dan banyak lagi. Dan diospek sendiri akan
ada perintah-perintah yang mengejutkan akan ada peraturan dan hukum yang masuk
akal. Tapi menurut saya ospek tidak selalu begitu, meskipun ada ditempat lain
yang memakai cara kekerasan fisik serta hal yang tidak pantas. Pada saat ospek
itu kita diajarkan untuk mengenal bagaimanakah keadaan dari kampus yang kita
tempati. Nah kali ini saya akan cerita tentang pengalaman saya mengikuti ospek
selama 2 hari. Hari pertama, senin pagi-pagi sekitar jam 5-an saya sudah bangun
maklum takut terlambat, tapi sial nya setelah sampai di pintu gerbang, saya
tidak membawa biodata diri yang disuruh panitia, untung aja pas tiba saya
ketemu dengan teman yang sekelopok dengan saya, terus dipimjan kanya saya
flasdisk yang disana ada berisi biodatanya, dengan tergesa-gesa saya kembali ke
kos an dan langdung meng editnya. Setelah sampai kembali digerbang kampus,
ternyata semua mahasiswa sudah berbaris rapi, selanjutnya saya berbaris paling
belakang sendiri. Lalu karena saya juga tidak membawa caping atau topi pak
tani, saya disuruh berbaris paling depan, semakin takutnya dengan hukuman
untungnya ada kakak senior yang baik hati yang memperbolehkan untuk membeli
caping ditoko depan kampus, jadinya saya tidak terkena hukuman. Selanjutnya kira-kira
pukul 8 seluruh mahasiswa disuruh berkumpul dilapangan sesuai dengan kelompok
yang ditentukan dan mendengarkan orasi-orasi yang tidak jelas dari kakak senior
yang sok galak. Lalu sekitar pukul 10 semua mahasiswa disuruh memasuki kelas
sesuai kelompoknya masing-masing, kegitan didalam kelas yaitu hanya bermain
game-game saja dan kalau tidak bisa hanya dihukum bernyanyi didepan atau
memperkenalkan diri. Setelah itu ospek hari pertama sudah berakhir. Dan tibalah
dihari terakhir ospek institut yaitu hari kedua, saya datang sekitar pukul 7
dari kos an, setibanya didepan gerbang kampus kami seluruh mahasiswa baru
disuruh untuk berlari dan menyanyikan yel-yel yang tidak jelas menuju lapangan,
setibanya disana sama seperti hari pertama yang hanya mendengarkan orasi yang
tidak jelas dan memojok an para mahasiswa baru setelah itu kami disuruh menuju
ke kelas dan disuruh untuk berdiskusi tentang kebangsaan, lalu dibagi menjadi
beberapa kelompok dan hasil diskusi disampaikan di depan kelas. Lalu sekitar
pukul 12 saya pulang menuju kos dan kembali lagi sekitar pukul 6 sore, kita
para mahasiswa baru diajak menonton film dokumenter tentang perjuangan
mahasiswa terdahulu yang menolak orde baru, setelah acara nonton bareng selesai
sekitar pukul 9 malam kami disuruh menuju kelapangan untuk mendengarkan
sambutan dari bapak rektor setelah bapak rektor selesai menyampaikan sambutanya
lalu tibalah ke acara yang terakhir yaitu membakar api unggun dan menyanyikan
lagu perjuangan dan makan tupeng hasil patungan dari tiap kelompok. Acara tersebut
berakhir sekitar pukul 12 malam, setelah acara selesai saya langsung bergegas
menuju kos dan langsung tidur karena badan saya terasa lelah sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar