Masyarakat
adalah suatu kesatuan yang didalamnya terdiri dari sekelompok orang yang
tentunya tidak dapat hidup sendiri. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial
yang artinya tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Didalam
masyarakat ada pertalian perasaan tentang kesukaan terhadap kebiasaan.
Masyarakat secara type sifat
terdiri dari 2 golongan, dimana diantara golongan tersebut memiliki perbedaan
yang signifikan dilihat dari segi kebudayaan, adat istiadat dan kepeduliannya
dalam kehidupan sehari-hari. Golongan tersebut adalah golongan masyarakat
paguyuban, masyarakat paguyuban sering dikaitkan dengan masyarakat desa dengan
cirri-ciri adanya ikatan kebersamaan yang sangat kuat. Adapun cirri-ciri dari
masyarakat paguyuban antara lain :
1.terdiri
atas orang-orang yang berdekatan tempat tinggalnya sehingga dapat saling
menolong satu sama lain.
2.terdiri
atas orang-orang yang walaupun tidak memiliki jiwa dan pikiran yang didalamnya
ada rasa kepedulian yang sangat tinggi. Intinya didalam masyarakat paguyuban
memiliki hubungan yang sangat erat antara satu dengan yang lainnya. Dalam suatu
masyarakat, tipe paguyuban bergantung dari bentuk masyarakat itu sendiri,
misalnya di Jakarta, terutama di daerah elite, paguyuban karena tempat tinggal,
seperti RT dan RW, tidak begitu banyak kegunaanya tetapi lebih besar
manfaatnya. Orang mempunyai kecenderungan untuk saling tolong menolong dan
peduli dengan keluarganya.
golongan yang kedua adalah golongan masyarakat
patembayan, didalam golongan patembayan memiliki ikatan kelompok yang relative
longgar dibandingkan dengan golongan paguyuban, tetapi serba kompetitif dan
sewaktu-waktu bisa berhenti sebagai anggota kelompok. Sebagai contoh bentuk
patembayan adalah interaksi melalui internet. Hal ini disebabkan patembayan
bersifat sebagai suatu bentuk yang didalamnya ada fikiran belaka serta lebih
dihubungkan pada masyarakat industrial yang sering di identikkan dengan
masyarakat kota. Pada intinya diantara golongan masyarakat yang saya ulas
diatas memiliki perbedaan yang cenderung berbalik.
Saya akan menceritakan kasus penggrebekan pasangan mesum
yang berada di desa sugihan yang kebetulan desa tempat tinggal saya, kejadian
ini terjadi pada bulan puasa tahun lalu. Sekitar jam 10 malam saya dan teman
saya nongkrong dipinggir jalan saya melihat ada seorang laki-laki sekitar umur
30 tahun an yang gerak geriknya sangat mencurigakan.
Kemudian saya dengan teman saya memberanikan diri untuk
mengikutinya dari belakang, pria tersebut menuju kesalah satu rumah janda muda
satu orang anak yang umur nya sekitar 28 tahun yang rumahnya itu cukup dekat
dengan rumah saya, setelah saya mengamati dari kejahuan pria itu masuk rumah
dengan sangat terburu-buru dan pintu rumah langsung dikunci lalu saya menyuruh
teman saya mengintip dari jendela depan rumah teryata lampu rumahnya dimatikan
sehingga tidak terlihat apa-apa kemudian teman saya berinisiatif untuk
mengintip jendela kamar tanpa disadari mereka berdua sudah telanjang bulat.
Lalu saya memanggil warga yang ada di pos kampling tanpa
pikir panjang mereka semua langsung menuju kerumah tersebut, ada salah satu
warga yang mengetuk pintu dan ada yang berjaga di pintu belakang supaya pria
itu tidak bisa kabur dari belakang, setelah beberapa kali mengetuk pintu dan tidak
dibukkan oleh pemilik rumah warga langsung mencongkel pintu rumah tersebut,
kemudian para warga masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar yang diintip
teman saya tadi.
Dengan sangat terkejut saya melihat pasangan yang sedang
beradegan mesum serta ditemani musik yang berirama lambat dengan wajah yang
panik mereka berdua menutupi tubuhnya dengan selimut, kemudian mereka berdua
disuruh keluar rumah dan masih belum mengenakan baju sehelai pun, lalu saya
disuruh memanggil pak RT, setelah pak RT tiba dilokasi dia langsung
mengintrogasi pria tersebut dia adalah salah satu warga desa sebelah dan sudah
menjalin hubungan janda tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sudah
melakukan perbuatan mesum sebanyak 2 kali, dengan tegasnya pak RT membawa
pasangan mesum itu ke kantor desa disana mereka berdua disidang dan diberi
nasehat supaya tidak melakukan hal tersebut, setelah pak RT bicara panjang
lebar pria tersebut diberi hukuman untuk membangun sebuah rumah milik nenek
yang hidup sebatang kara yang rumahnya tersebut hampir roboh. Sekitar pukul
setengah satu malam pria tersebut disuruh pulang hanya mengenakan pakain dalam
saja.
Setelah kejadian tersebut wanita/janda itu tidak mau
keluar rumah mungkin karena dia malu dengan apa yang dia perbuat dan selang
beberapa hari mereka berdua menikah secara resmi dan sekarang sudah dikaruniai
satu orang anak, kelihatanya mereka hidup bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar